Fakultas Farmasi Universitas Jember (UNEJ) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong riset berkualitas tinggi di kalangan mahasiswa. Salah satu mahasiswanya, Afrian Rosyadi, Mahasiswa Program Studi Magister Farmasi, berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal internasional terindeks Scopus Q2, yakni Biodiversitas: Journal of Biological Diversity terbitan bulan Agustus 2025. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa pascasarjana UNEJ mampu bersaing di kancah ilmiah global dan memberikan kontribusi berarti bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang farmasi dan bioteknologi. Penelitian yang dilakukan bersama tim dosen Fakultas Farmasi UNEJ dari berbagai bidang merupakan bagian dari upaya eksplorasi sumber daya alam hayati Indonesia yang masih sangat besar potensinya, tetapi belum tergali secara maksimal.

Dalam riset ini, tim yang dipimpin oleh mahasiswa Magister Farmasi UNEJ berhasil mengisolasi tujuh jenis jamur dari tanah estuari di Desa Kendit, Situbondo, Jawa Timur. Dari ketujuh isolat tersebut, satu isolat menunjukkan aktivitas antibakteri tertinggi terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Isolat unggulan ini kemudian teridentifikasi secara molekuler sebagai Penicillium griseofulvum. Proses produksi metabolit dilakukan melalui fermentasi pada media padat berbahan dasar beras, dilanjutkan dengan ekstraksi menggunakan pelarut etil asetat. Analisis lebih lanjut dengan GC-MS berhasil mendeteksi 18 senyawa bioaktif dalam ekstrak tersebut. Tiga komponen utama yang ditemukan adalah n-Hexadecanoic acid, Hexadecanoic acid ethyl ester, dan Vinyl trans-cinnamate, yang diduga bertanggung jawab atas efek antibakteri.

Hasil uji aktivitas pada menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat mampu menghambat pertumbuhan P. aeruginosa hingga 65,6%. Sementara itu, aktivitas hambatan terhadap S. aureus tercatat sebesar 30,5%. Penelitian ini menegaskan bahwa lingkungan estuari merupakan sumber daya alam yang menjanjikan untuk menemukan isolat jamur penghasil antibiotik alami. Ke depan, tim peneliti berencana untuk mengisolasi senyawa aktif dalam bentuk murni. Mereka juga akan menguji nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) serta mempelajari mekanisme kerja senyawa tersebut secara mendalam. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus mengeksplorasi kekayaan biodiversitas Indonesia sebagai basis penemuan obat-obatan baru. Farmasi UNEJ, Unggul, Luar Biasa!

Baca artikel selengkapnya:

https://doi.org/10.13057/biodiv/d260808