Fakultas Farmasi Universitas Jember (FF UNEJ) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi melalui program student exchange yang semakin progresif. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Universitas Jember untuk memperkuat posisi sebagai kampus berdaya saing global melalui kolaborasi akademik lintas negara. “Internasionalisasi adalah kunci untuk memperluas dampak dan reputasi UNEJ di tingkat global,”
Pada Semester Genap 2025/2026, Program Studi Magister Farmasi FF UNEJ menerima dua mahasiswi dari Sastra Deemed University, India, yakni Roshini dan Lavanya. Keduanya menempuh penelitian tesis yang dilaksanakan selama kurun waktu Januari hingga Juni 2026. Selama melaksanakan penelitian, Lavanya mendapatkan bimbingan dari Prof. Drs. Bambang Kuswandi, Ph.D, sedangkan Roshini di bawah bimbingan Dr. apt. Fifteen Aprila Fajrin, M.Farm. Lavanya dan Roshini terpilih melalui proses seleksi ketat yang mencakup penilaian berkas dan wawancara, dengan pilihan tujuan pertukaran di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Thailand, dan Indonesia. Pilihan mereka pada akhirnya jatuh kepada UNEJ—sebuah keputusan yang mencerminkan meningkatnya daya tarik internasional kampus ini sebagai mitra akademik terpercaya. “UNEJ menjadi pilihan karena reputasi kolaboratif dan peluang riset yang menjanjikan,”

(Diskusi penelitian pertama Lavanya dengan Ibu Fifteen selaku pembimbing)
Selama menjalani pembelajaran di Fakultas Farmasi, Roshini dan Lavanya merasakan suasana akademik yang sangat berbeda dengan India. Kesan pertama mereka adalah cuaca Jember yang sering hujan dan keramahan Sivitas Akademika FF UNEJ. Selain itu, sistem pembelajaran di sini dinilai lebih fleksibel dan tidak kaku. Para dosen dan teknisi laboratorium juga sangat suportif dalam membimbing riset serta membantu memecahkan masalah. Tak hanya itu, mereka pun terkesan dengan gaya hidup masyarakat Indonesia yang dinilai sangat sosial, aktif berkegiatan sejak pagi, serta antusias terlibat dalam berbagai organisasi mahasiswa (ORMAWA/UKM) dan komunitas kampus.
Sebagai pesan penutup, Roshini dan Lavanya menekankan bahwa masa mahasiswa adalah waktu yang paling berharga untuk menikmati hidup sekaligus menentukan pijakan menuju kesuksesan. Mereka mendorong para mahasiswa FF UNEJ untuk terus aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan karena hal tersebut tidak akan diperoleh lagi setelah memasuki dunia kerja dan tanggung jawab keluarga. “Caring, challenging to adapt, but very easy to survive,” ungkap Lavanya merangkum pengalamannya. Dengan demikian, program pertukaran ini tidak hanya membuka wawasan akademik lintas negara, tetapi juga memperkaya pemahaman antarbudaya yang sangat berharga.
“Di balik setiap pertukaran pelajar, ada cerita tentang keberanian, adaptasi, dan mimpi yang melampaui batas negara.”