I:\Pengabdian\IMG_9129.JPG

By Arini & Regita

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan anak-anak istimewa dengan segala potensi, terlepas dari keterbatasan fisik, mental, intelegensi, dan emosi yang dimilikinya. Kondisi mereka yang berbeda bukan menjadi alasan untuk menghindari atau membuang mereka, melainkan justru menumbuhkan kesadaran untuk menghargai keragaman individu dan memberi perhatian serta layanan yang seideal mungkin. SLB (Sekolah Luar Biasa) berusaha menjembatani hambatan yang dialami oleh anak dan memanfaatkan potensi anak untuk dapat mengakses kesempatan hidup sebesar-besarnya. Tentu peran serta orang tua dalam mendampingi sang anak juga diperlukan.

Perlu diketahui bahwasannya bukan menjadi hal yang mudah bagi orang tua maupun pendidik SLB untuk senantiasa mendidik, merawat dan mengatasi AKB secara sabar ditengah-tengah keterbatasan mereka. Hal inilah yang semakin menggerakkan hati seorang Ika Puspita Dewi, S.Farm., M.Biomed., Apt., yaitu salah satu dosen Fakultas Farmasi Universitas Jember untuk terjun langsung ke SLB Bintoro Patrang Jember guna memberikan motivasi kepada seluruh AKB, orang tua dan pendidik SLB disana.

Pengabdian pada tanggal 22 November 2018 yang dilakukan oleh Bu Ika kali ini berkolaborasi dengan dosen dari Fakultas Keperawatan UNEJ yaitu Bu Latifa Aini Susumaningrum, S.Kp., M.Kep., Sp.Kom yang telah sering bersinggungan dengan SLB Bintoro Patrang dalam penelitiannya terdahulu, Ns. Emi Wuri Wuryaningsih., M.Kep., Sp.Kep.J. serta beberapa mahasiswa lainnya. Pengabdian dengan Tema “Peningkatan Bonding Attachment Pengasuh Anak Dengan Kebutuhan Khusus Melalui Rehabilitasi Pembuatan Sabun Herbal” kali ini menggunakan hibah dana PNBP LP2M Universitas Jember. Pemilihan tema yang unik tersebut bukan tanpa alasan, menurut Bu Ika di SLB Bintoro Patrang masih jarang mengadakan pelatihan ketrampilan terutama pembuatan sabun karena pihak sekolah yang masih kesulitan untuk mendatangkan sekaligus membiayai pemateri dari luar. Selain itu adanya permasalahan seperti rasa letih dan stres yang dialami oleh orang tua, pendidik maupun pengasuh asrama SLB membuat Bu Ika dan tim merangkumnya menjadi satu tema tersebut.

Tujuan dari pengabdian ini yaitu mampu mendekatkan orang tua atau guru dengan anak asuhnya melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan, serta melatih anak untuk mendapatkan ketrampilan baru. Respon peserta dari adanya pengabdian ini dapat dikatakan sangat antusias, hal ini terlihat dari ekspresi anak-anak yang merasa senang, layaknya melakukan rekreasi ditengah-tengah proses belajar mengajar. Tentu saat melalakukan penyuluhan Bu Ika dan timnya menemui beberapa kendala, seperti melakukan pendekatan yang berbeda-beda pada AKB, karena jenis difabel yang diderita AKB SLB Bintoro juga berbeda-beda sehingga untuk mengatasinya dibuatlah kelompok-kelompok berdasarkan jenis difabel yang dimiliki dimana terdapat pendamping di tiap kelompok tersebut. Lain halnya dengan para orang tua dan pendidik, disini Bu Ika dan timnya lebih berfokus pada bagaimana cara orang tua dan pendidik tersebut dalam mengenali tanda, gejala, sekaligus cara mengatasi adanya stres yang dirasakan, dimana hal tersebut dikemas secara rapi dalam buku kuesioner yang dibuat oleh tim Bu Ika.

Bu Ika juga tidak lupa menyampaikan harapan yang begitu besar dari adanya pengabdian ini dalam memberikan sinergi positif ketika membangun hubungan antara orang tua atau pendidik dengan AKB. Selain itu dengan adanya inisiasi pengabdian kali ini, kedepannya diharapkan Fakultas Farmasi juga mulai melebarkan sayap untuk melakukan pengabdian-pengabdian lainnya di SLB, tidak hanya terbatas di desa-desa saja sehingga aplikasi ilmu dan cara berkomunikasi bisa didapatkan dari sudut pandang yang berbeda.

I:\Pengabdian\IMG_9100.JPG

Kegiatan Pembuatan Sabun Herbal

I:\Pengabdian\IMG_9091.JPG

Kegiatan Pemberian Motivasi dan Ketrampilan Softskill Untuk Pengasuh

I:\Pengabdian\IMG_9124.JPG

Sesi Pemberian Doorprize

I:\Pengabdian\IMG_9129.JPG

Sesi Foto Bersama Di akhir Kegiatan Pengabdian