Prestasi membanggakan di kancah internasional kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Jember, Dhimas Hardi Nugraha. Dalam ajang bergengsi 4th International Youth Conference yang mempertemukan inovator muda dari berbagai negara, Dhimas beserta tim sukses membawa pulang predikat Juara 3 Umum serta Medali Emas dan Medali Perak melalui dua gagasan ilmiah yang solutif di bidang teknologi kesehatan dan hukum.

Kompetisi berskala internasional tersebut berlangsung selama dua hari dengan rangkaian agenda yang padat dan kompetitif, mencakup satu hari pelaksanaan lomba dan satu hari kegiatan studi lapangan (field trip). Rangkaian babak final ini diselenggarakan secara luring di dua negara, yakni Singapura dan Malaysia, dengan pusat kegiatan presentasi yang bertempat di Ballroom Goodhope Hotel, Johor Bahru, Malaysia. Sebanyak kurang lebih 80 tim finalis dari seluruh dunia yang terbagi ke dalam delapan subtema seperti kesehatan, hukum dan ekonomi, pariwisata, pertanian, pangan, pendidikan, teknologi, serta lingkungan turut bersaing ketat dalam memperebutkan gelar terbaik. Pada setiap subtema, hanya terdapat sekitar sepuluh tim terpilih yang berhasil melaju ke babak final.

Sistem kompetisi ini diawali dengan seleksi naskah esai yang ketat. Tim yang dinyatakan lolos sebagai finalis kemudian harus melewati dua tahapan penilaian krusial di babak final. Tahap pertama adalah presentasi poster ilmiah di hadapan seorang juri ahli pada masing-masing subtema. Ketentuan kompetisi menetapkan bahwa hanya tim yang berhasil menduduki peringkat pertama pada presentasi poster di subtemanya yang berhak melaju ke tahapan pamungkas, yaitu presentasi salindia (PowerPoint) di hadapan seluruh dewan juri gabungan.

Pada subtema Law and Economics (Hukum dan Ekonomi), Dhimas dan tim menampilkan karya unggulan berjudul ETHOS (Ethical Tracking of Human Rights Oversight System). Inovasi ini berupa pengembangan sistem teknologi berbasis situs web yang dirancang secara khusus untuk melaporkan, memetakan, serta menindaklanjuti pemenuhan akses hak yang setara dalam implementasi layanan kesehatan masyarakat, termasuk di Rumah Sakit, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Melalui pemaparan materi yang komprehensif pada sesi presentasi poster, gagasan ETHOS berhasil menduduki peringkat pertama di subtemanya. Keberhasilan tersebut mengantarkan tim menuju babak presentasi utama di hadapan panel juri pleno dari seluruh subtema. Berkat presentasi salindia yang impresif, tim ETHOS sukses membawa pulang Medali Emas (Gold Medal) sekaligus dinobatkan sebagai Juara 3 Umum (3rd Overall Winner) dalam kompetisi global ini.

Tidak kalah bersinar, gagasan kedua yang diajukan oleh Dhimas dan tim berkompetisi pada subtema Health (Kesehatan) dengan mengusung judul CARVIRON. Inovasi ilmiah ini memformulasikan metode pengobatan mutakhir untuk penyakit kanker nasofaring melalui pendekatan terapi virus mimetik fusogenik. Metode ini menawarkan alternatif pengobatan kanker yang lebih spesifik dan prospektif di masa depan.

Meskipun langkah tim CARVIRON harus terhenti pada babak presentasi poster dan belum berkesempatan melaju ke presentasi pleno, kualitas substansi esai dan kekuatan visualisasi poster yang disajikan tetap mendapatkan apresiasi tinggi dari dewan juri. Capaian ini sukses mengamankan penghargaan Medali Perak (Silver Medal), yang turut melengkapi dominasi prestasi mereka di ajang tersebut.

Keberhasilan membawa pulang total tiga penghargaan berskala internasional ini disambut dengan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam oleh seluruh civitas akademika Fakultas Farmasi Universitas Jember. Capaian ini membuktikan bahwa kualitas penalaran ilmiah, kepekaan sosial, dan daya inovasi mahasiswa mampu bersaing secara global di tingkat internasional.

Selain berkompetisi, Dhimas dan delegasi lainnya juga memanfaatkan kesempatan studi lapangan di Singapura dan Malaysia untuk memperluas jejaring akademis serta bertukar pandangan dengan sesama peneliti muda dari berbagai negara. Prestasi gemilang ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan personal bagi Dhimas dan tim yang berlaga, melainkan juga menjadi inspirasi dan pemantik motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus aktif berkarya, meneliti, dan mengharumkan nama almamater di panggung dunia.