Fakultas Farmasi Universitas Jember menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar pada Selasa 16 Juni 2026, yang mengangkat topik mengenai “Enzyme Engineering untuk Terapi Tuberkulosis (TB)”, acara yang berlangsung daring via Zoom ini dihadiri oleh mahasiswa S1 Farmasi semester 4 yang sedang menempuh mata kuliah Bioteknologi Farmasi. Acara dipandu oleh Najwa Nayyla selaku moderator, dalam kegiatan ini menghadirkan pakar terkemuka di bidangnya yaitu Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, M.Si. dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (UNAIR) sebagai narasumber. Selain mahasiswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran dosen dari bidang keilmuan biologi, di antaranya apt. Dewi Diana Sari, S.Farm., M.Farm. dan Dr. apt. Evi Umayah Ulfa, S.Si., M.Si.

(Sesi Pemaparan Materi)
Dalam pemaparannya, Prof. Ni Nyoman menjelaskan besarnya potensi kelompok enzim lignoselulase sebagai biokatalis dalam menyelesaikan berbagai masalah di bidang kesehatan maupun lingkungan. Kelompok lignoselulase sendiri terbagi atas kategori CAZy (enzim selulase, hemiselulase, dan pectinase) serta Non-CAZy (enzim laccase) yang memiliki fungsi spesifik dalam mendegradasi, memodifikasi, atau membentuk ikatan glikosidik. Di bidang klinis farmasi, mekanisme pemotongan karbohidrat kompleks dari enzim-enzim tersebut sedang dikembangkan sebagai agen terapi baru guna melawan bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB), yang merupakan penyebab penyakit Tuberkulosis (TB). Bakteri MTB dikenal memiliki lapisan dinding sel lilin yang sangat tebal dengan komponen pelindung utama berupa senyawa Lipomannan (LM) dan Lipoarabinomannan (LAM). Melalui analisis genomik sirkular, peneliti berupaya mengidentifikasi enzim CAZymes yang potensial menghancurkan komponen LAM demi merusak dinding sel pelindung bakteri tersebut.

(Sesi Diskusi)
Selain untuk kebutuhan medis, kuliah pakar ini juga membahas sisi inovasi biokatalis lignoselulase sebagai solusi bioremediasi lingkungan di sektor pertambakan. Penumpukan pupuk plankton yang berlebih sering memicu ledakan populasi alga yang berbahaya bagi biota tambak. Melalui aplikasi enzim lignoselulase, dinding sel pelindung mikroalga (seperti Microcystis) dapat dihancurkan, melisis, dan mengkerut total, seperti yang dibuktikan lewat pengamatan Scanning Electron Microscope (SEM).

(Dokumentasi Kegiatan)
Setelah pemaparan materi, agenda dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Antusiasme peserta terlihat tinggi saat beberapa mahasiswa memberikan berbagai pertanyaan terkait pengembangan dan tantangan implementasi rekayasa enzim ini di masa depan. Mepalui kegiatan Kuliah Pakar ini diharapkan dapat membangkitkan semangat para mahasiswa Farmasi UNEJ untuk terus berinovasi. Di masa depan, peran farmasis tidak lagi terbatas pada peracikan obat konvensional, melainkan ikut andil sebagai agen perubahan dalam menciptakan solusi bioteknologi yang berkelanjutan demi kesehatan manusia dan kelestarian bumi.