JEMBER – Fakultas Farmasi Universitas Jember (UNEJ) menggelar Workshop Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) pada Jumat–Sabtu (30–31/10/2026) di Hotel Fortuna Grande Jember. Lokakarya yang menghadirkan narasumber dari Center for Drugs Evaluation and Analysis (CDEA) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNEJ ini bertujuan memperkuat mutu, tata kelola, dan pengelolaan limbah laboratorium menjelang visitasi akreditasi. Kegiatan berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB setiap harinya. Hari pertama dibuka oleh Dekan dan dipimpin oleh Prof. apt. Ari Satia Nugraha, Ph.D., sedangkan hari kedua dibuka oleh Ketua Jurusan dan dipimpin oleh Dr. apt. Yuni Retnaningtyas, M.Si.

(Dokumentasi Kegiatan Hari Pertama)

Narasumber pertama adalah Ibu Reine Risa Risthanti dari CDEA, laboratorium yang telah terakreditasi ISO/IEC 17025. Beliau memaparkan pilar penjaminan mutu laboratorium. Pilar tersebut meliputi pembatasan akses area pengujian, uji banding personel minimal setahun sekali, kalibrasi instrumen secara berkala, serta jaminan ketidakberpihakan hasil uji. Ia juga menekankan pentingnya validasi atau verifikasi metode dan data yang dapat ditelusuri. Pada materi tata kelola, Reine mengingatkan bahwa asesor menilai bukti penerapan SOP, bukan sekadar keberadaan dokumennya. Ia menyarankan agar ruang lingkup akreditasi dipilih secara spesifik berdasarkan pengujian rutin sehingga investasinya mencapai titik impas.

(Dokumentasi Kegiatan Hari Kedua)

Hari kedua, Dr. Prihatin Trirahayu Ningrum, S.KM., M.Kes. dari FKM UNEJ mengajak peserta beralih dari pengelolaan limbah yang reaktif menuju pendekatan preventif berbasis AMDAL. Pendekatan ini dimulai sejak tahap perencanaan, berlanjut pada pengelolaan dan pengendalian, hingga pemantauan kinerja lingkungan. Ia juga menyarankan agar limbah B3 yang tidak dapat dikelola sendiri diserahkan kepada pihak ketiga berizin. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan membahas evaluasi SOP laboratorium. Peserta menyepakati format SOP yang seragam: dibuat oleh PLP atau laboran, diperiksa oleh kepala laboratorium, dan disahkan oleh Dekan. Penanganan insiden kini menjadi tanggung jawab Tim K3L, sementara revisi SOP ditargetkan rampung sebelum visitasi akreditasi.

Melalui workshop ini, Fakultas Farmasi UNEJ menegaskan komitmennya untuk menghadirkan laboratorium yang aman, bermutu, dan ramah lingkungan. Seluruh kesepakatan akan ditindaklanjuti agar laboratorium semakin siap melayani pendidikan, penelitian, dan pengujian bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas.