Fakultas Farmasi Universitas Jember (UNEJ) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu melalui platform Zoom Meeting pada Senin, 26 Oktober 2026. Mengusung topik “Modern Phytochemistry: Integrating Medicinal Plant Exploration, Bioactive Compound Characterization, and Natural Product Drug Discovery” yang menghadirkan Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh apt. Andi Ulfiana Utari, S.Farm., M.Si., dan dipandu oleh Dr. apt. Nuri, S.Si., M.Si. selaku moderator. Kuliah tamu diikuti oleh jajaran dosen pengampu mata kuliah Fitokimia serta mahasiswa semester 5 Fakultas Farmasi UNEJ yang sedang menempuh mata kuliah Fitokimia selama 100 menit.

(Pembukaan oleh Moderator)
Prof. Elfahmi memulai sesi pemaparan materi dengan memaparkan sejarah dunia farmasi yang berasal dari pemanfaatan bahan alam. Beliau menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar di dunia yang menempati peringkat 5 besar dengan potensi mencapai 28.000 spesies tanaman obat. Berdasarkan data, sekitar 25% obat modern saat ini berasal dari turunan bahan alam, hal ini menekankan pentingnya proses fitokimia modern. Proses skrining, ekstraksi, fraksinasi hingga karakterisasi senyawa bioaktif menjadi fondasi utama dalam alur penemuan obat baru berbasis bahan alam. Dalam pemaparannya, beliau juga membahas mengenai hilirisasi dan komersialisasi hasil riset perguruan tinggi, seperti yang telah diterapkan melalui PT EBM Scitech dan MarkHerb. Prof. Elfahmi membagikan contoh konkret inovasi bahan alam lokal yang berhasil menembus pasar nasional hingga global. Di antaranya adalah pemanfaatan limbah tanaman singkong, isolasi senyawa baru dari minyak biji tamanu (Callophyllum inophyllum)serta dari tanaman Mitragyna speciosa.

(Sesi Pemaparan Materi)
Pada akhir sesi pemaparan materi, beliau menjelaskan beberapa faktor kunci dan strategi dalam mendukung proses hilirisasi hasil riset ke dunia industri. Hal ini mencakup penguatan ekosistem riset dan pendanaan, peningkatan kualitas bukti ilmiah, kolaborasi multidisiplin dengan pihak industri, pengembangan produk berbasis kebutuhan pasar, hingga pergeseran paradigma peneliti agar tidak berhenti pada publikasi artikel ilmiah saja. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Pada sesi kali ini, beberapa dosen antusias menggali wawasan seputar tantangan serta peluang riset bahan alam di industri di masa mendatang.

(Dokumentasi Kegiatan)
Melalui agenda kuliah tamu ini, diharapkan wawasan akademis peserta semakin luas dan bertambah, serta mampu mendorong lahirnya inovasi riset bahan alam yang berdaya saing untuk mendukung kemandirian industri bahan baku obat nasional.