Tha Sala, Thailand – Fakultas Farmasi Universitas Jember (UNEJ) terus memperkuat jejaring kerja sama akademik internasional melalui pelaksanaan guest lecture di School of Pharmacy, Walailak University, Thailand. Kegiatan ini menghadirkan Dr. apt. Endah Puspitasari, S.Farm., M.Sc., dosen Fakultas Farmasi Universitas Jember, sebagai guest lecturer dengan topik “Anticancer Drug Candidates from the South Coast of Jember, Indonesia: Marine Fungi and Bacteria Bioprospecting.” Kuliah tamu dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, bertempat di Lecture Building 7, Room 7217, School of Pharmacy Walailak University. Kegiatan ini diikuti oleh dosen serta mahasiswa Program Sarjana dan Magister School of Pharmacy Walailak University, bersama dengan peserta dari Fakultas Farmasi Universitas Jember.
Pelaksanaan guest lecture merupakan salah satu bentuk konkret tindak lanjut kerja sama antara Fakultas Farmasi Universitas Jember dan School of Pharmacy Walailak University. Dalam Implementation of Arrangement, kegiatan ini ditetapkan sebagai bagian dari Short Exchange Program dan menjadi salah satu bentuk implementasi serta tindak lanjut kolaborasi kedua institusi. Melalui kegiatan ini, bertujuan untuk memperkenalkan potensi kekayaan hayati laut Indonesia sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan di bidang pengembangan kandidat obat berbasis bahan alam.

(Kondisi perkuliahan di the School of Pharmacy Walailak University)
Dalam kuliah tamu tersebut, Dr. Endah memaparkan hasil penelitian mengenai eksplorasi mikroorganisme laut dari pesisir selatan Jember, Jawa Timur, sebagai sumber potensial senyawa bioaktif untuk penemuan kandidat antikanker. Pemaparan mencakup latar belakang kebutuhan terhadap kandidat agen kemoprevensi kanker baru serta potensi lingkungan laut sebagai sumber produk alam dengan keragaman metabolit yang tinggi. Materi juga mengangkat proses bioprospecting mikroorganisme laut, mulai dari pengambilan sampel dari habitat alami, isolasi dan kultur mikroorganisme, karakterisasi, hingga pengujian aktivitas biologis. Dr. Endah menjelaskan bahwa keberhasilan memperoleh aktivitas bioaktif dari mikroorganisme laut tidak hanya dipengaruhi oleh jenis mikroorganismenya, tetapi juga oleh kondisi pertumbuhan dan proses ekstraksi yang digunakan.

(Sesi diskusi dengan peserta kuliah)
Penelitian yang dipaparkan mencakup eksplorasi fungi dan bakteri laut yang dapat dikultur dari pesisir selatan Jember. Hasil eksplorasi menunjukkan adanya keragaman mikroorganisme laut yang berpotensi untuk dieksplorasi lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif. Dalam pemaparannya, Dr. Endah juga memperkenalkan sejumlah hasil penelitian yang menunjukkan potensi aktivitas antikanker dari ekstrak mikroorganisme laut yang diperoleh dari pesisir selatan Jember. Salah satu kelompok fungi laut menunjukkan aktivitas yang menjanjikan terhadap sel kanker dan menjadi objek penelitian lebih lanjut untuk memahami potensi senyawa bioaktif yang dihasilkan. Pengembangan senyawa aktif tersebut memerlukan kondisi pertumbuhan mikroorganisme yang optimal serta metode ekstraksi yang tepat untuk memperoleh produk alami dengan bioaktivitas tinggi. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam kajian mengenai aktivitas antikanker dan profil metabolomik fungi laut dari pesisir selatan Jember.
Selain fungi, penelitian terhadap bakteri laut juga menunjukkan adanya isolat yang memiliki aktivitas sitotoksik terhadap beberapa lini sel kanker. Temuan tersebut memperkuat peluang bakteri laut sebagai sumber kandidat senyawa untuk kemoprevensi kanker dan menjadi dasar untuk penelitian lanjutan terkait karakterisasi senyawa serta mekanisme aktivitasnya.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai potensi biodiversitas laut Indonesia, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai pendekatan yang digunakan dalam penelitian penemuan kandidat obat berbasis produk alam. Topik tersebut relevan dalam pengembangan ilmu kefarmasian, khususnya pada bidang farmakognosi, produk alam, mikrobiologi, dan penemuan obat. Kuliah tamu ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil penelitian Fakultas Farmasi Universitas Jember kepada komunitas akademik internasional. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman penelitian diharapkan dapat mendorong munculnya peluang kolaborasi baru antara peneliti dan mahasiswa dari kedua institusi. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi pemaparan materi yang dilanjutkan dengan tanya jawab bersama mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi, khususnya ketika membahas potensi pengembangan senyawa hasil bioprospeksi mikroorganisme laut menjadi kandidat obat antikanker. Rangkaian Special Lecture kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara Dr. apt. Endah Puspitasari, para dosen yang hadir, dan seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, pertukaran akademik antara School of Pharmacy Walailak University dan bidang keilmuan farmasi di Indonesia tidak hanya memperluas wawasan mahasiswa, tetapi juga mendorong kolaborasi dalam eksplorasi sumber daya alam untuk pengembangan inovasi obat di masa mendatang.