Fakultas Farmasi Universitas Jember (FF UNEJ) sukses menyelenggarakan kuliah tamu (guest lecture) bertajuk “Sensory Nerves as Pharmacy: The Role of CGRP on Diseases, Healing, and Cancers — A New Frontier in Medical and Pharmaceutical Sciences” pada Kamis, 7 Mei 2026, pukul 13.30–15.00 WIB, bertempat di Aula Fakultas Farmasi Universitas Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Sistem Penghantaran Obat yang diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan 2023.

Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber istimewa dari luar negeri, yakni Thunwa Binlateh, Ph.D. (Asst. Prof.), dosen dari School of Pharmacy, Walailak University, Thailand. Kehadiran beliau merupakan bagian dari WU–UNEJ Pharmacy Exchange Program yang berlangsung pada 4–8 Mei 2026, sebuah program pertukaran akademik yang bertujuan memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu kefarmasian di tingkat global.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah dosen Fakultas Farmasi Universitas Jember, di antaranya Dr. apt. Endah Puspitasari, S.Farm., M.Sc., Dr. apt. Budipratiwi W., S.Farm., M.Sc., Prof. Dr. apt. Yudi Wicaksono, S.Si., M.Si., serta apt. Hery Diar Febryanto, S.Farm., M.S.Farm.

Dalam kuliah tamu ini, Thunwa Binlateh, Ph.D. memaparkan konsep bahwa saraf sensorik bukan sekadar penyalur sinyal nyeri, melainkan juga “apotek hidup” yang aktif melepaskan zat-zat bioaktif ke jaringan sekitarnya. Materi berfokus pada CGRP (Calcitonin Gene-Related Peptide), neuropeptida 37 asam amino yang bekerja melalui reseptor CLR/RAMP1 untuk memicu vasodilatasi, modulasi imun, serta sensitisasi nosiseptor. Dalam konteks penyembuhan luka, CGRP terbukti mempercepat regenerasi jaringan melalui jalur CGRP–TSP-1–makrofag, dengan temuan bahwa kadar CGRP yang menurun pada pasien diabetes menjadi salah satu penyebab utama lambatnya proses penyembuhan. Kaitannya dengan migrain juga dibahas secara mendalam, di mana peningkatan kadar CGRP saat serangan terbukti memicu peradangan neurogenik, dan menjadi dasar pengembangan obat antimigren generasi terbaru seperti golongan gepant dan antibodi monoklonal anti-CGRP yang telah disetujui FDA. Narasumber juga mengulas peran CGRP dalam biologi kanker sebagai pembentuk lingkungan mikro tumor yang imunosupresif, serta memaparkan berbagai strategi terapeutik masa depan, termasuk kedokteran bioelektronik dan terapi kombinasi imuno-neural bersama inhibitor pos pemeriksaan imun.

Pemaparan materi disambut dengan antusias oleh para mahasiswa melalui sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, mulai dari mekanisme molekuler CGRP hingga relevansinya terhadap pengembangan obat masa depan. Sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mahasiswa, kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah kepada mahasiswa yang dinilai paling aktif selama sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan sesi foto bersama antara narasumber, dosen, dan seluruh mahasiswa peserta.

(Proses Pemaparan Materi)

Kuliah tamu ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Farmasi Universitas Jember dalam menghadirkan pengalaman belajar berkelas dunia bagi mahasiswanya. Melalui kolaborasi dengan akademisi internasional, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan terkini di bidang neurofarmakologi dan sistem penghantaran obat, tetapi juga terinspirasi untuk berkontribusi aktif dalam riset kefarmasian di masa mendatang. Fakultas Farmasi Universitas Jember berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama internasional demi meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas cakrawala akademik civitas akademikanya.

(Dokumentasi Kegiatan)