Dalam rangkaian kegiatan Student Exchange hari keempat, Fakultas Farmasi Universitas Jember (UNEJ) menyelenggarakan kuliah tamu dengan menghadirkan narasumber dari Walailak University, Thailand, yaitu Asst. Prof. Dr. Teerapat Majam. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026 ini mengangkat topik “Pharmacogenomics and Personalized Medicine in Oncology and Hematologic Malignancy: Future Therapeutic Directions and the Strategic Role of Pharmacists”. Kegiatan kuliah tamu diawali dengan pembukaan singkat oleh Asst. Prof. Dr. Teerapat Majam kepada seluruh peserta kelas. Selanjutnya, narasumber memaparkan materi mengenai perkembangan farmakogenomik dan penerapan personalized medicine dalam terapi kanker dan keganasan hematologi. Materi ini menyoroti bagaimana informasi genetik pasien dapat digunakan untuk menentukan terapi yang lebih efektif, aman, dan tepat sasaran.

(Proses Pemaparan Materi)

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa konsep precision oncology tidak lagi hanya berfokus pada jenis histologi tumor, tetapi juga mempertimbangkan profil genom pasien. Melalui genomic testing, tenaga kesehatan dapat menentukan terapi target yang sesuai, seperti penggunaan terapi HER2-targeted pada pasien kanker payudara HER2-positif maupun terapi EGFR inhibitor pada pasien Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) dengan mutasi EGFR.

Selain membahas terapi target, narasumber juga menjelaskan pentingnya peran farmasis dalam praktik personalized medicine. Farmasis berperan dalam molecular tumor board, edukasi pasien, pemantauan toksisitas obat, serta memastikan penggunaan obat yang tepat sesuai kondisi genetik pasien. Salah satu contoh yang dibahas adalah penggunaan osimertinib dan erlotinib pada pasien NSCLC, termasuk strategi pemantauan efek samping seperti ruam kulit, diare, hingga QT prolongation.

(Dokumentasi Kegiatan)

Materi juga membahas mengenai farmakogenomik klinis dan metabolisme obat melalui enzim tertentu, seperti CYP3A4 dan CYP2A6, yang dapat memengaruhi efektivitas maupun toksisitas terapi. Selain itu, dijelaskan pula berbagai strategi dalam manajemen toksisitas akibat penggunaan EGFR inhibitor, seperti penggunaan sunscreen, emolien, kortikosteroid topikal, dan antibiotik untuk membantu mengurangi efek samping pada kulit.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama dosen Fakultas Farmasi Universitas Jember, serta mahasiswa Fakultas Farmasi UNEJ. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan diskusi terkait implementasi farmakogenomik dalam praktik kefarmasian di masa depan. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan narasumber.

Melalui kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami perkembangan terapi kanker berbasis farmakogenomik serta peran strategis farmasis dalam mendukung pengobatan yang lebih personal, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.