Fakultas Farmasi Universitas Jember sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPA) Angkatan XXIV pada 25–26 Februari 2026. Acara intensif selama dua hari ini didesain untuk membekali calon apoteker dengan fondasi etika yang kuat serta kesiapan kompetensi dalam menghadapi transformasi digital di industri farmasi.

Rangkaian acara hari pertama dimulai dengan pemaparan profil fakultas oleh Dekan Fakultas Farmasi UNEJ, Prof. apt. Ari Satia Nugraha, S.F, GDipSc., MSc-res., Ph.D.. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya bagi mahasiswa baru untuk menyelaraskan diri dengan visi fakultas dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten secara global. Guna memberikan arah akademik yang jelas, Dr. apt. Ayik Rosita P., S.Farm., M.Farm., selaku Kepala Program Studi PSPA, memaparkan struktur kurikulum terbaru serta memberikan kepastian aspek legalitas melalui status terakreditasi Peringkat A (Unggul) yang disandang prodi. Melengkapi hal tersebut, apt. Dhita Evi A., M.Farm.Klin. Menjelaskan alur pendidikan apoteker secara komprehensif, mulai dari tahap input mahasiswa hingga standar output kompetensi yang diharapkan.

(Sesi Pemaparan Materi hari pertama)

Aspek integritas menjadi bahasan utama saat apt. Adi Wibisono, M.Kes. memberikan materi mengenai etika profesi terkini, yang menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam praktik kefarmasian. Selain itu, mahasiswa diberikan pemahaman strategis mengenai sistem jaminan kesehatan nasional melalui sesi sosialisasi JKN yang disampaikan oleh Bapak Ngakan Bagus Danip Pradipta, S.KM. dari BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jember.

Memasuki hari kedua, fokus kegiatan bergeser pada kesiapan mahasiswa di dunia kerja melalui Stadium General bertajuk “Beyond Industrial Pharmacist: Kebutuhan Industri Akan Diversifikasi Kompetensi Apoteker di Era Pharma 4.0”.

(Sesi Pemaparan Materi & Dokumentasi hari pertama)

Hadir sebagai narasumber utama, apt. Arif Rahman Al Hakimi, S.Farm., M.A.B., Manager of Manufacturing Excellence dari Biofarma Indonesia, memaparkan evolusi peran apoteker di industri manufaktur modern. Dalam sesi yang didampingi oleh Dr. apt. Ayik Rosita P, M.Farm. dan Dr. apt. Mikhania Christiningtyas Eryani, S.Farm, M.Sc., ditekankan bahwa penguasaan teknologi dan manajemen operasional menjadi kunci diversifikasi kompetensi apoteker masa depan.

(Sesi Pemaparan Materi & Dokumentasi hari kedua)

Sesi ini juga membedah realitas industri melalui Indonesia Salary Range Report 2026. Data tersebut memberikan gambaran nyata mengenai peluang karier dan apresiasi profesional di berbagai lini, seperti produksi, pengendalian mutu, hingga riset pengembangan, yang menjadi motivasi tambahan bagi mahasiswa baru. Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat sebagai bentuk apresiasi kepada para pemateri yang telah memberikan wawasan berharga. Melalui rangkaian PKKMB ini, Fakultas Farmasi Universitas Jember menegaskan komitmennya dalam mendidik apoteker yang tidak hanya mumpuni secara akademis, tetapi juga adaptif terhadap kemajuan industri dan memiliki integritas pengabdian yang tinggi bagi masyarakat.