Fakultas Farmasi Universitas Jember kembali menyelenggarakan agenda akademik strategis berupa kuliah tamu yang ditujukan khusus bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker (PKPA) bidang Industri. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026. Mengusung tema teknis “Penerapan Data Analisis dalam Validasi, Kualifikasi, dan Product Quality Review (PQR)”, acara ini berjalan secara intensif selama kurang lebih 120 menit, memfasilitasi ruang diskusi yang mendalam antara praktisi ahli dan akademisi.

(Sesi Pemaparan Materi)
Penyelenggaraan kuliah tamu ini dilandasi oleh komitmen fakultas untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan dinamika praktik di lapangan. Mengingat industri farmasi modern saat ini sangat bergantung pada integritas dan validitas data, pemahaman mengenai analisis data menjadi kompetensi fundamental yang harus dimiliki oleh setiap calon apoteker. Rangkaian kegiatan dibuka dengan sambutan dari apt. Dwi Koko Pratoko, S. Farm, M.Sc, yang dalam amanatnya menekankan pentingnya kesiapan mental dan teknis mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja. Untuk menyampaikan materi inti, hadir narasumber kompeten dari sektor industri, yakni apt. Vanji Ikhsan Azis, yang menjabat sebagai Manager Produksi di PT. Kimia Farma Tbk. Kehadiran praktisi dari BUMN farmasi terkemuka ini memberikan perspektif yang relevan mengenai standar operasional prosedur (SOP) dan tantangan riil yang dihadapi apoteker di lini produksi.

(Dokumentasi Kegiatan
Sesi materi dibuka dengan pengenalan berbagai tools manajemen risiko mutu (QRM) yang umum digunakan di industri, seperti Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Pareto Analysis, hingga Ishikawa Diagram. Untuk mempermudah pemahaman mahasiswa mengenai konsep teknis Kualifikasi Peralatan, narasumber menggunakan analogi sederhana berupa ‘Kualifikasi Kipas Angin’. Melalui studi kasus ini, mahasiswa diajak memahami alur kritis mulai dari penetapan Kualifikasi Desain (DQ) hingga Kualifikasi Instalasi (IQ) dengan cara yang lebih relevan dan mudah dicerna.
Pembahasan berlanjut pada topik Validasi Metode Analisis, di mana narasumber menekankan perbedaan mendasar antara validasi dan verifikasi metode sesuai standar ISO 17025. Sebagai penutup sesi yang krusial, materi mengerucut pada Product Quality Review (PQR). Pada bagian ini, peserta dibekali kemampuan membaca data statistik Process Capability (Cp dan Cpk). Narasumber menjelaskan bahwa nilai Cpk di bawah 1.00 mengindikasikan kapabilitas proses yang rendah, yang berisiko menyebabkan produk reject atau tidak sesuai spesifikasi mutu.
Melalui terselenggaranya kuliah tamu ini, Fakultas Farmasi Universitas Jember berharap mahasiswa PKPA Industri dapat lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja yang sesungguhnya. Pemahaman mendalam mengenai interpretasi data analisis dan validasi diharapkan menjadi nilai tambah (added value) bagi lulusan apoteker UNEJ, sehingga mampu bersaing dan berkontribusi secara profesional dalam menjaga mutu sediaan farmasi di industri nasional.