Program Studi Profesi Apoteker (PSPA)

PENGANTAR

Menurut Undang-Undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Apoteker merupakan tenaga kesehatan selain Dokter, Dokter Gigi, Perawat dan Bidan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 2009, Apoteker adalah pelaku utama pelayanan kefarmasian yang memiliki kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian. Praktik kefarmasian tersebut meliputi pengendalian mutu sediaan farmasi, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional. Berdasarkan hal tersebut terlihat jelas bahwa kompetensi yang dimiliki Apoteker berbeda dengan kompetensi yang dimiliki oleh Dokter dan Dokter Gigi sebagai tenaga medis, Perawat dan Bidan. Kompetensi  tersebut diperoleh melalui pendidikan profesi apoteker. Program Studi Profesi Apoteker  (PSPA) merupakan jenjang pendidikan profesi untuk memperoleh keahlian dengan sebutan Apoteker/Farmasis. Jenjang ini dapat ditempuh seorang  setelah lulus Program Sarjana (S1). Setelah menyelesaikan program pendidikan profesi dan melaksanakan sumpah apoteker, maka mahasiswa berhak menyandang gelar Apoteker (Apt).  

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER UNIVERSITAS JEMBER

Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) Fakultas Farmasi Universitas Jember diselenggarakan berdasar  SK Mendikbud Nomor 37/E/O/2014 tentang Penyelenggaraan Program Profesi Apoteker Universitas Jember. Program Studi Profesi Apoteker di Fakultas Farmasi Universitas Jember diselenggarakan bekerja sama dengan asosiasi profesi Farmasis yaitu Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) serta beberapa stake holders baik rumah sakit, apotek maupun industri farmasi. Tujuan Program Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Jember adalah menghasilkan apoteker yang mampu menghayati dan melaksanakan pekerjaan serta jabatan profesi kefarmasian dengan baik, memiiki integritas dan loyalitas tinggi pada profesinya, komunikatif dan responsif terhadap tantangan serta persoalan kesehatan masyarakat. Tujuan tersebut dicapai dengan melaksanakan berbagai kegiatan pembelajaran yang meliputi perkuliahan di kelas dan Praktek Kerja Profesi (PKP) di Apotek, Rumah Sakit, Klinik Saintifikasi Jamu, Industri Farmasi serta instansi pemerintah.  

GARIS BESAR KURIKULUM

Berbeda dengan muatan kurikulum pendidikan sarjana farmasi, muatan kurikulum Pendidikan Profesi Apoteker berfokus pada penguasaan kemampuan untuk melakukan praktek profesi (shows how), sehingga penyampaian muatan kurikulum pendidikan profesi apoteker diberikan dalam bentuk studi kasus, penyelesaian masalah, tugas/proyek, dan pembelajaran langsung di sarana praktik profesi dengan bimbingan para praktisi sebagai preseptor (PKP). Oelh karena itu, proporsi aktivitas pembelajaran di sarana praktik profesi (PKP) sekurang-kurangnya 60% dari total muatan kurikulum. Kurikulum Program Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Jember dirancang dan disusun berdasarkan SK Dekan Fakultas Farmasi Universitas Jember No.1972/UN25.13/LL/2014. Desain kurikulum ini mengacu pada standar kompetensi yang berorientasi pada profil lulusan berdasar masukan stake holders dan APTFI (Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia) dan capaian pembelajaran dengan acuan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Profil lulusan Apoteker Universitas Jember adalah Care Giver, Communicator, Educator, Leader-Manager, dan Researcher. Kurikum Program Profesi Apoteker dirancang sejumlah 36 SKS dalam waktu 2 semester. Beban studi tersebut meliputi 20 SKS mata kuliah wajib dan 8 sks praktek kerja profesi Apoteker (PKPA) wajib yaitu di Apotek dan Klinik Saintifikasi Jamu, serta memilih satu diantara dua PKPA Pilihan minat yaitu PKPA di Rumah Sakit atau Industri Farmasi yang setara dengan 8 SKS.

AKREDITASI

Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Jember berstatus Terakreditasi dengan Peringkat B. Hal ini berdasarkan surat keputusan LAM-PTKes No. 0313/LAM-PTKes/Akr/Pro/V/2017.